Beri Dukungan Ke Kapolri Tuntaskan Kematian Brigadir J, Pendiri Ponpes Al Kamal Jakarta Kirim Karangan BungaBeri Dukungan Ke Kapolri Tuntaskan Kematian Brigadir J, Pendiri Ponpes Al Kamal Jakarta Kirim Karangan Bunga

- Redaksi

Minggu, 14 Agustus 2022 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beri Dukungan Ke Kapolri Tuntaskan Kematian Brigadir J, Pendiri Ponpes Al Kamal Jakarta Kirim Karangan Bunga

LENSAPOLRI.COM.– JAKARTA , – Penetapan tersangka terhadap eks Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo dan sejumlah tersangka lainnya oleh Mabes Polri mendapat dukungan dari Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Al-kamal Jakarta.

Pendiri Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta, KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat mengatakan, Polri dibawah instruksi langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjalankan tugasnya dengan baik.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah yang dilakukan oleh Kapolri menunjukkan institusi penegak hukum itu tidak bisa diintervensi oleh kelompok mana pun.

Menurut KGPH Soeryo, keseriusan itu dibuktikan dengan pembentukan tim khusus untuk menangani kasus kematian Brigadir J.

“Awalnya agak ragu, namun Kapolri bisa membuktikan keraguan masyarakat dengan membuat kasus tersebut menjadi terang benderang,” ungkap Soeryo.

Tak Hanya keraguan saat kasus tersebut berawal, ketidakpercayaan yang sebelumnya luntur di mata masyarakat saat ini sudah kembali. Masyarakat kini yakin Kapolri tidak tebang pilih dalam penegakan kasus tersebut.

Pembuktian itu, kata KGPH Soeryo, Kapolri bisa mencopot jabatan sejumlah petinggi Polri yang dianggap telah menyalahgunakan jabatannya.

“Sejumlah nama Jenderal dan perwira menengah sudah dicopot jabatannya, itu yang mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa semua sama di mata hukum,” tambahnya.

Baca Juga :  Wujud Sinergitas, Bhabinkamtibmas Polsek Batu Engau Bersama Warga Gotong Royong Membangun Jembatan

Apresiasi yang tinggi diberikan Pendiri Ponpes Al Kamal Jakarta tersebut kepada Kapolri dengan mengirim satu buah karangan bunga didepan gedung Mabes Polri.

Apresiasi ini karena Polri mampu menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret nama petinggi Polri.

“Dengan saya mengirim karangan bunga tersebut adalah cerminan dari rasa syukur saya, khususnya Bangsa dan Masyarakat Indonesia bahwa saat ini teka-teki yang diperdebatkan dan diperbincangkan dapat diungkap dengan adanya penetapan tersangka Ferdy Sambo dan semua yang terlibat dalam kasus tersebut setelah melalui proses penyidikan,” ujar KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat Dalam keterangan tertulis. Sabtu (13/8/2022).

Lebih dalam KGPH Soeryo mengatakan, langkah Kapolri menunjukkan institusi Bhayangkara Negara telah menempatkan hukum di atas kepentingan perseorangan atau kelompok dan sebagai bentuk komitmen visi Presisi.

“Tindakan yang diambil Bapak Kapolri dalam penetapan Irjen Sambo sebagai tersangka merupakan wujud komitmen beliau dalam penegakan hukum. Kami mendukung upaya Kapolri membuka tabir kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Menurut kami, hal Ini menjadi wujud komitmen Presisi yang diusung oleh Kapolri. Oleh sebab itu, kami akan terus mendukung setiap upaya dan langkah hukum yang dilakukan oleh Kapolri,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Ende Gelar Tes Kesemaptaan Jasmani Dan Beladiri Polri Personel Polres Ende.

Menurut KGPH, proses hukum harus terus dijalankan dengan baik dan tidak pandang bulu.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua, bahwa siapapun yang melanggar harus dihukum sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

KGPH juga menilai ketegasan Kapolri dalam memutuskan perkara tersebut harus dijadikan pelajaran. “Jadikan semua ini pembelajaran, bahwa sejatinya kita sebagai umat islam harus membiasakan kebenaran dan bukan malah sebaliknya,” ujarnya.

Selain itu KGPH Soeryo Soedibyo memberikan pesan moral dan berharap agar kepolisian bisa terus menjadi garda terdepan dalam menindak tegas siapapun orang yang melanggar hukum.

Tidak hanya itu, Sambung Soeryo, Kabar terbaru yang diambil Kapolri dengan Membubarkan Satgassus Merah Putih yang pernah di Pimpin Irjen Sambo pun Ikut dibubarkan sejalan penetapan Irjen Sambo menjadi tersangka dalam Kasus Kematian Brigadir J.

“Kapolri juga harus meminta Laporan Pertanggungjawaban dari Satgassus sebagai bentuk keterbukaan Publik,” Jelas Soeryo.

Lebih Jauh dikatakan Soeryo, Tentunya Hal ini menjadi kepercayaan Masyarakat semakin bertambah Bahwa Dibawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit hukum bisa ditegakkan.

“Semoga, langkah tegas yang diambil oleh pihak Polri bisa terus dijaga dengan baik agar masyarakat Indonesia bisa terus menjaga keamanan dari ancaman orang-orang yang ingin merongrong persatuan dan kesatuan di NKRI yang kita cintai ini baik dari dalam maupun luar, sesuai dengan tugas dan fungsi polri yakni melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Kapolsek Kalideres Kompol Abdul Jana Gencar Shubuh Keliling, Ajak Warga Wujudkan Keamanan Jelang Pemilu

Sejalan dengan itu, KGPH Soeryo Soedibyo juga berharap Kepada Institusi Polri tidak tebang pilih dalam menyelesaikan laporan.

Sebagaimana informasi, kata KGPH Soeryo menyampaikan, bahwa Al Kamal beberapa waktu lalu pernah menjadi korban dari rekayasa kasus dari oknum penegak hukum, sehingga 6 tahun laporan dan sudah status tersangka tapi tidak kunjung selesai membongkar dalang dibelakangnya.

KGPH Soeryo menyinggung Permasalahan di Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal menjadi bukti ketidak profesionalan oknum penegak hukum.

“laporan kami yang tidak pernah selesai, penanganan kasus gudang narkoba yang terkesan setengah hati penyelesaian nya,” Sesal Soeryo.

Terlepas dari itu semua, Tambah KGPH Soeryo mengatakan, kami terus berharap kepada Institusi Polri untuk bisa menuntaskan setiap segala permasalahan Sesuai Tagline Polri yang Presisi dan sesuai dengan tugas dan fungsi polri yakni melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.

(Vio Sari/Humas)

Red LENSAPOLRI

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI
Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan
Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan
Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan
Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:16 WIB

Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:55 WIB

Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:25 WIB

Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:37 WIB

Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:58 WIB

Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan

Berita Terbaru