Aksi Damai Warga Pribumi Karimunjawa, Dikelilingi Kelompok Pro Tambak Udang Ilegal

- Redaksi

Sabtu, 2 September 2023 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensapolri.com , Jepara — Aksi Damai yang tergabung dengan menyebutkan simpatisan #SAVEKARIMUNJAWA, melakukan orasi dengan membentangkan beberapa spanduk penolakan dan tuntutan kepada Pemerintah BTNKJ, GAKKUM, PSDKP dan Pemerintah daerah Kabupaten Jepara, agar segera menutup tambak udang. Masyarakat menilai sudah adanya pencemaran itu sejak tahun 2016, selain itu mereka juga meminta ganti rugi akibat dari kerusakan tersebut.
Para aksi juga menilai adanya pembiaran yang dilakukan oleh oknum aparat dan pejabat terkait.

Sedangkan warga yang terlibat dalam Aksi Damai tersebut terdiri dari perwakilan warga masyarakat seperti warga Desa Karimunjawa, Desa Kemujan, para Nelayan, dan pelaku wisata hingga para pedagang kali lima.
Mereka melakukan aksi damai itu pada tanggal : 30 Agustus 2023, sekitar pukul : 08.30 sampai 10.00 WIB dengan membawa beberapa spanduk atau poster yang tertulis beberapa kalimat kekecewaan, dipusatkan dan berkumpul di Jl. Slamet Riyadi.
Untuk Rute Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWAdi mulai dari Jl Slamet Riyadi menuju ke Kantor Seksi II BTNKJ, dilanjutkan ke Kantor Camat Karimunjawa, lalu menuju ke Kantor Perikanan Karimunjawa, dan Kembali lagi ke Jl. Slamet Riyadi.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Candi 2024, Polres Jepara Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas kepada Siswa Hingga Mahasiswa

Dengan rincian acara, massa mulai kumpul sekitar pukul : 07.30-08.30 WIB, di Jl. Slamet Riyadi.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian mulai longmarch dilakukan sekitar pukul : 08.43 WIB , menuju Kantor Seksi II BTNKJ.

Dan dilanjutkan pukul : 09.00 WIB para peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWA berhenti di Jl. Perintis, hal itu dikarenakan ada massa pendukung tambak udang ilegal yang ingin menghalau atau menghadang para Aksi Damai yang akan menuju ke kantor seksi II BTNKJ. Untuk menghindari terjadinya benturan para peserta aksi damai rela memutar balik.

Lalu sekitar pukul : 09.30 WIB Peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUMJAWA, telah sampai di alun-alun Karimunjawa guna untuk lakukan orasi di depan kantor Kecamatan Karimunjawa. Namun kembali lagi terjadi penghadangan massa dari pendukung tambak udang ilegal ketika di depan kantor kecamatan.

Walaupun demikian Peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWA tetap melakukan orasi dan mengeluarkan keluh kesahnya mengenai Dampak Pariwisata ke masyarakat dan dampak limbah yang dibuang di laut, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  Kapolda Sulteng Pimpin Upacara Hari Bhayangkara Ke-77 di Kantor Gubernur

Sekitar pukul : 09.44 WIB, Koordinator Aksi melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, agar peserta Aksi diijinkan pindah ke tengah lapangan alun-alun, dengan harapan agar aksinya bisa di dengar oleh Pak Camat Karimunjawa.

Pada pukul : 09.50 WIB, Koordinator Aksi yang di wakili bang Jack berupaya untuk berkoordinasi dengan polisi memintak ijin pengamanan, hal itu disampaikan agar peserta Aksi Damai dibukakan jalan, dikarenakan suasana alun-alun sudah tidak bersahabat untuk peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWA.

Para aksi damai mulai membubarkan aksinya itu sekitar pukul : 09.52 WIB, akan tetapi yang disayang itu ada beberapa massa pendukung tambak udang ilegal yang tiba-tiba menghampiri peserta aksi damai #SAVEKARIMUNJAWA, salah satu pendukung tambak udang itu sempat menanyakan Identitas (KTP) dari salah satu peserta Aksi Damai, yang terlihat berinisial WNA akan tetapi peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWA ketika melihat kejadian itu sontak tidak terima atas pertanyaan tersebut, dan sempat terjadi perselisihan antara peserta aksi damai dengan massa pendukung tambak udang.

Baca Juga :  Antisipasi Tindak Pidana 3C, Kapolsek Kawasan Laut Tano Lakukan KRYD

Setelah kejadian itu sekitar pukul : 10.14 WIB, para Peserta Aksi Damai #SAVEKARIMUNJAWA kembali ke titik kumpul awal dan akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing.

Pada Wartawan, Faradila salah satu aksi damai mengatakan, sangat menyayangkan sikap dari oknum kepolisian yang sempat mau membubarkan Aksi kami tersebut.

Saya warga masyarakat asli pribumi karimunjawa, kenapa mau dibubarkan dan apakah kami melakukan kesalahan, ucapnya.

“Lanjutnya, semoga pemerintah cepat merespon atau mengambil sikap tegas untuk menutup tambak udang yang di duga ilegal atau tidak mengantongi izin resmi itu, jangan sampai warga Karimunjawa melakukan aksi dan mengadakan gerakan demo yang lebih besar lagi,” tuturnya.

“Sedangkan menurut pak miun yang juga warga karimunjawa dan asli pribumi menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan dengan tidak adanya tindakan tegas dari pihak pemerintah atau dinas terkait dan atau pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini,” imbauannya.

Narasumber : Sus.

(Yusron)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI
Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan
Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan
Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan
Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan
Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
Panitia Isra Mi’raj 1447/2026, PWI Bekasi Raya: Terima Kasih McDonald’s dan Kopi Bro serta Donatur Atas Dukungannya
Warga Keluhkan Jalan Atang Sanjaya Tangerang Kerap Banjir dan Jalan Rusak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:25 WIB

Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:37 WIB

Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:11 WIB

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan

Senin, 2 Februari 2026 - 20:17 WIB

Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:51 WIB

Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang

Berita Terbaru