Mangupura – Tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem belakangan yang terjadi di wilayah Bali pada umumnya dan daerah hukum Polres Badung khususnya, Hal ini dapat meningkatkan potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam tersebut Kepala Satuan Samapta Polres Badung AKP I Gusti Made Dharma Sudhira, SH. MH melakukan pengecekan sarana dan prasarana (sarpras) Search and Rescue (SAR) milik Polres Badung pada Kamis (12/12) pagi.
Kasat Samapta menyampaikan pentingnya kesiapan peralatan SAR sebagai bagian dari mitigasi bencana, khususnya saat musim penghujan yang sering memicu banjir dan bencana alam lainnya.
“Kami ingin memastikan semua peralatan ini dalam kondisi layak dan ready agar dalam proses penggunaannya nanti dapat dilakukan dengan baik, cepat dan aman,” ujarnya seijin Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, SIK. saat dikonfirmasi di Mapolres Badung Jl. Kebo Iwa No. 1 Mengwitani Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung.
Pengecekan sarana prasarana SAR meliputi kano, life jacket, helm, alat pemotong kayu (senso), pendobrak, pencongkel dan gunting baja serta dayung untuk memastikan peralatan tersebut siap digunakan dan berfungsi optimal saat diperlukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut AKP Sudhira tanpa adanya peralatan yang memadai atau kondisi peralatan yang tidak optimal / bermasalah, respons terhadap bencana bisa menjadi lambat, mengurangi efektivitas dalam membantu evakuasi / penyelamatan. peralatan yang selalu siap pakai akan memudahkan dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
“Pemeriksaan rutin ini juga mencakup perawatan preventif terhadap kerusakan alat yang dapat terjadi akibat penyimpanan jangka panjang atau penggunaan intensif sebelumnya.”Imbuhnya
Dalam kesempatan tersebut AKP Sudhira juag mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengantisipasi potensi bencana, seperti memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kesiapan Polres Badung, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana,” pungkasnya. (hms)