Badung, lensapolri.com – Sebuah kejadian yang tidak biasa terjadi di Kantor Kabid Pendidikan SD Kabupaten Badung. Tiga orang awak media mendatangi kantor tersebut untuk melakukan klarifikasi terkait adanya surat-surat kaleng yang beredar di masyarakat terkait masalah dana BOS yang digunakan tidak semestinya.
Namun, sebelum mereka dapat berbicara dengan Kabid, ketiga awak media malah disambut dengan kemarahan yang tidak terduga. Menurut saksi, Kabid SD yang bersangkutan keluar dari ruang rapat dan langsung memarahi ketiga awak media tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada apa ini kok rame-rame datang?” katanya dengan nada marah. Ketiga awak media tersebut terlihat kaget dan tidak mengerti apa yang terjadi, karena mereka belum sempat berbicara dengan Kabid.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kemarahan Kabid SD tersebut. Apakah ada hubungan antara kemarahan tersebut dengan dugaan kebocoran dana BOS yang ingin diklarifikasi oleh awak media?
Dalam beberapa hari terakhir, telah beredar informasi tentang dugaan kebocoran dana BOS di Kabupaten Badung. Informasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan awak media.
Oleh karena itu, kedatangan awak media ke kantor Kabid SD tersebut bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan meminta penjelasan tentang dugaan kebocoran dana tersebut. Namun, reaksi Kabid SD yang bersangkutan telah menimbulkan keheranan dan kekecewaan di kalangan awak media.
“Kami hanya ingin melakukan klarifikasi dan meminta penjelasan tentang dugaan kebocoran dana BOS,” kata salah satu awak media. “Tapi malah kami disambut dengan kemarahan dan tidak diberi kesempatan untuk berbicara.”
Kejadian ini telah menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS di Kabupaten Badung. Apakah Kabid SD dan pihak terkait lainnya telah melakukan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel?
Atau apakah ada kelemahan atau kesalahan dalam pengelolaan dana tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini memerlukan jawaban yang jelas dan transparan dari pihak terkait.
Oleh karena itu, diperlukan investigasi yang lebih lanjut dan transparan untuk memastikan bahwa pengelolaan dana BOS di Kabupaten Badung telah dilakukan dengan benar dan akuntabel.