Dapat Pencerahan dari Ketua KPK, Sedik Sespimmen Polri Digreg 63: Kami Siap Jadi Pelopor Anti Korupsi

- Redaksi

Selasa, 9 Mei 2023 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut calon pimpinan Polri harus berani ambil resiko untuk melawan perbuatan koruptif.

Hal tersebut disampaikan Firli kepada peserta didik (Serdik) Sespimti, Sespimmen dan Sespimma, saat mengisi dialog kebangsaan bertemakan “Membangun Budaya Anti Korupsi” di Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Senin (8/5/2023).

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan Kapolda Sumsel ini menekankan kepada para Serdik yang ke depan akan menjadi pimpinan di tubuh Polri harus berani mengambil resiko.

Resiko dimaksud adalah untuk melawan tindakan koruptif yang ke depan akan ditemui para Serdik saat menjadi pemimpin.

“Setiap pemimpin harus berani mengambil resiko, kalau setiap pemimpin tidak berani mengambil resiko jangan pernah jadi pemimpin,” kata Firli.

Firli mengatakan dalam perjalanan karirnya, dia selalu menganut satu kalimat terkait langkah-langkah yang harus diambil ketika menjadi seorang pemimpin.

Baca Juga :  Senyum Polwan Ops Damai Cartenz Membawa Berkah Bagi Mama-Mama Papua di Pasar Lama Oksibil

“Karena ada satu kalimat yang selalu saya pakai resiko terbesar akan anda dapatkan seketika anda tidak berani mengambil resiko apapun, anda jangan jadi pemimpin jika tak berani mengambil resiko, Jadi harus kerja keras dan kerja cerdas,” ucapnya.

Kemudian para Serdik juga dituntut sebagai pemimpin agar bisa merangkul siapapun, tanpa harus melakukan tindakan koruptif.

Sebab, menurut pensiunan Polri dengan bintang tiga dipundaknya ini bahwa budaya korupsi sudah mengakar dan menjadi salah satu permasalahan bangsa Indonesia saat ini.

Padahal, Firli mengatakan bangsa Indonesia sudah memilih menjunjung tinggi adanya demokrasi atau keterbukaaan.

“Negara kita sudah sangat memilih dalam rangka tujuan membangun negara. Saya ingin mengatakan bahwa saja pilihan kita ini tetap kita menjunjung tinggi yang kita ketahui kita memilih demokrasi. Ruh demokrasi adalah keterbukaan, dengan keterbukaan seharusnya tidak ada lagi korupsi,” kata Firli.

Baca Juga :  Danrem 063/SGJ Melaksanakan Sholat Idhul Adha Bersama Masyarakat

Firli mengatakan budaya korupsi itu bisa dimulai dari tahap apapun termasuk dalam pengadaan barang dan jasa.

Bahkan, di tahap perencanaan saja korupsi bisa terjadi jika kegiatan apapun tidak dilakukan secara terbuka.

“Karena tahapan-tahapan korupsi itu mulai dari perencanaan sudah bisa terjadi korupsi, saat pelaksanaan bisa terjadi, penganggaran bisa terjadi, pengawasan dan evaluasi bisa terjadi. Padahal kita sepakat negara kita negara demokrasi,” lanjutnya.

Dengan budaya korupsi yang terus mengakar, maka Firli mengatakan bangsa Indonesia tidak akan pernah mencapai tujuannya.

“Kalau kita melihat perjalanan bangsa kita pak, kenapa korupsi menjadi penting (untuk diberantas), karena memang tidak bisa kita mencapai tujuan negara kalau tidak selesai korupsi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Langsung Copot Kasatreskrim Polres Boyolali atas Laporan Dugaan Pelanggaran Etika Polri

Untuk itu, Firli menegaskan kepada para Serdik calon pimpinan Polri yang tengah menempuh pendidikan di Sespim Lemdiklat Polri untuk mulai memerangi korupsi.

Hal itu tentunya dimulai dari tekad diri dan keyakinan para Serdik untuk memulai tindakan anti korupsi dari diri sendiri.

Sementara itu, salah satu anggota Pokjar XI Sespimmen Polri Digreg 63, Kompol Hotmartua Ambarita mengatakan seusai mendapat pembelajaran dari Ketua KPK Firli Bahuri, dirinya secara pribadi memiliki tekat untuk menjadi pelopor anti korupsi di tubuh Polri.

“Kami siap menjadi pelopor anti korupsi ke depannya. Semoga Polri menjadi institusi yang bersih dan bebas korupsi. Kemudian dapat dicontoh masyarakat dan semua pihak,” yakinnya.(sir)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI
Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan
Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan
Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan
Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:16 WIB

Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:55 WIB

Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:25 WIB

Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:37 WIB

Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:58 WIB

Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan

Berita Terbaru