JAKARTA, LENSAPOLRI — Pasar malam yang rutin digelar setiap Minggu sore hingga malam di Jalan Kali Baru Timur, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dikeluhkan warga karena kerap meninggalkan sisa sampah yang berserakan di badan jalan.
Warga sekitar, Iw, mengaku sudah geram dengan aktivitas pedagang pasar malam serta pola pembersihan sampah yang dinilainya dilakukan asal-asalan oleh petugas kebersihan.
“Saya sudah geram ,bosan. Sebagai warga yang tinggal di pinggir jalan ini, rasanya tidak pernah dihargai. Setiap pagi saya di suguhkan pemandangan sampah berserakan di depan tempat tinggal saya, pengurus RW dapat duit, kami yang terdampak,” katanya (26/1/2026).
Menurut dia, selama ini warga tidak pernah mempermasalahkan keberadaan pedagang. Namun, alasan pasar malam sebagai hiburan warga dinilai tidak tepat karena berjualan di jalan umum dan tidak bersifat nasional.
“Kalau dibilang hiburan warga, warga yang mana? Saya yang tinggal di sini saja tidak pernah dimintai izin, malah terganggu. Mereka seolah merasa berkuasa, padahal jelas berjualan di jalan raya melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Perda DKI,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia berharap pemerintah Kelurahan Kapuk tidak menutup mata dan segera bertindak tegas. Ia menilai aktivitas pasar malam di ruas jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penertiban yang jelas.
Selain menimbulkan persoalan kebersihan, keberadaan pasar malam juga mengganggu akses jalan utama warga. Tak hanya itu, pagar taman di lingkungan sekitar dilaporkan kerap rusak, diduga akibat digunakan sebagai sandaran barang dagangan para pedagang.
Meski berbagai keluhan telah disampaikan, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah kelurahan untuk menertibkan aktivitas pasar malam tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Pihak Kelurahan Kapuk belum dimintai konfirmasi kendati demikian. Awak media akan berupaya mendapatkan keterangan resminya.
(Red)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT






