AKBP Awaludin: Perempuan Jadi Joki, Modus Baru Curanmor!

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, LENSA POLRI— Polres Metro Jakarta Utara tidak hanya memaparkan data pengungkapan kasus dalam konferensi pers, tetapi juga mengungkap pola kejahatan yang berkembang di lapangan. Dalam wawancara eksklusif di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026), Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur, S.I.K., M.H.. Membeberkan wilayah rawan, modus operandi pelaku, hingga karakteristik para tersangka yang dominan residivis.

Tanjung Priok dan Kawasan Pelabuhan Jadi Titik Rawan

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKBP Awaludin menyebutkan bahwa kejahatan yang paling menonjol saat ini adalah pencurian dengan kekerasan (curas) dan tawuran, dengan wilayah dominan berada di sekitar kawasan pelabuhan.

“Untuk wilayahnya masih sekitar pelabuhan dan daerah-daerah Tanjung Priok,” ujarnya.

Kawasan tersebut dinilai memiliki dinamika sosial yang tinggi, sehingga rawan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan.

Mayoritas Pelaku Dewasa dan Residivis

Dari hasil pengungkapan kasus, kepolisian mencatat mayoritas pelaku merupakan orang dewasa. Meski demikian, pendekatan berbeda akan dilakukan jika pelaku masih di bawah umur.

“Kalau yang belum cukup umur, kita berikan edukasi dan menggunakan jalur perlindungan anak,” kata Awaludin.

Baca Juga :  Respon Cepat, Bhabinkamtibmas Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku justru merupakan residivis atau pelaku berulang.

“Rata-rata yang kita amankan itu residivis,” ujarnya.

Menurut dia, hal ini menjadi tantangan tersendiri karena pelaku yang sudah pernah dihukum cenderung mengulangi kejahatan dengan modus yang lebih rapi.

Modus “Pacaran” untuk Kelabui Warga

Salah satu temuan menarik adalah modus baru dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku kerap beraksi secara berpasangan dengan berpura-pura sebagai pasangan kekasih.

“Mereka jalan seperti pacaran ke satu tempat, lalu mengambil motor,” kata Awaludin.

Modus ini dinilai efektif untuk mengelabui masyarakat maupun petugas karena tidak menimbulkan kecurigaan.

“Iya, untuk mengalihkan pantauan masyarakat dan petugas. Orang tidak curiga kalau terlihat seperti pasangan biasa,” ujarnya.

Lebih jauh, dalam beberapa kasus, pelaku bahkan berupaya membalikkan situasi dengan berpura-pura menjadi korban.

“Kadang mereka merasa menjadi korban, padahal sebenarnya pelaku,” tambahnya.

Perempuan Berperan sebagai Joki

Dalam skema kejahatan tersebut, peran perempuan tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga bagian aktif dalam aksi pencurian.

Baca Juga :  Sinergitas Satpamobvit dan Satpolairud Amankan Wilayah Pesisir Pantai

“Perannya sebagai joki,” kata Awaludin.

Dari sembilan kasus curanmor yang diungkap, polisi baru berhasil mengamankan satu pasangan pelaku di kawasan Tanjung Priok.

Motor Premium Jadi Target, NMAX Paling Diburu

Terkait jenis kendaraan yang menjadi target, Awaludin mengungkapkan bahwa motor dengan nilai jual tinggi lebih sering dibidik, salah satunya Yamaha NMAX.

“Harga jualnya lebih mahal, jadi diprioritaskan,” ujarnya.

Meski tingkat kesulitan pencurian kendaraan modern lebih tinggi, pelaku dinilai terus mengembangkan kemampuan mereka untuk menembus sistem keamanan.

“Mereka belajar, kendaraan makin canggih, pelaku juga makin berkembang,” katanya.

Dugaan Jaringan dan Latar Belakang Pelaku

Saat ditanya kemungkinan keterlibatan mantan pekerja pabrik kendaraan, Awaludin menyebut hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.

“Belum ada indikasi ke sana, tapi masih kami dalami,” ujarnya.

Penyelidikan terhadap latar belakang pelaku terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Respons Informasi Premanisme dan Pemalakan

Terkait laporan masyarakat mengenai dugaan pemalakan di Simpang Lima Semper, pihak kepolisian mengaku akan segera melakukan pengecekan.

Baca Juga :  Ribuan Wisatawan Mancanegara Padati Pelabuhan Benoa.

“Nanti segera kami cek, karena kami baru dapat informasi ini,” kata Awaludin.

Sementara itu, terkait dugaan aktivitas premanisme di lapak besi kawasan Rawa Malang, Cilincing, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi.

Namun demikian, polisi membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan melalui kanal pengaduan, termasuk sistem laporan daring.

“Silakan diinformasikan ke kami, nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Komitmen Penindakan dan Peran Publik

Awaludin menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tidak lepas dari peran masyarakat. Ia mengimbau warga untuk aktif melaporkan setiap indikasi kejahatan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pola kejahatan yang semakin variatif menuntut kolaborasi erat antara aparat dan masyarakat.

“Tanpa informasi dari masyarakat, akan sulit mengungkap secara cepat,” ujarnya.

Tantangan Keamanan di Wilayah Urban

Fenomena residivis, modus penyamaran, hingga pemanfaatan celah sosial menunjukkan bahwa kejahatan di wilayah perkotaan seperti Jakarta Utara semakin kompleks.

Polres Metro Jakarta Utara, kata Awaludin, akan terus mengembangkan strategi penindakan dan pencegahan guna menekan angka kriminalitas, khususnya di titik-titik rawan seperti kawasan pelabuhan dan permukiman padat. (***)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seminggu Kabur! Resmob Polresta Mamuju Hentikan Pelarian Residivis Curanmor di Donggala Sulteng
Polresta Mamuju Ungkap 5 TKP Curanmor Tangkap 3 Pelaku, Sita 6 Motor dan 1 Mobil
Polisi Bongkar 30 Lapak Narkoba di Kampung Ambon Jakbar, Diduga Disewakan untuk Konsumsi Sabu
Respons Cepat Polisi, Kasus Penemuan Bayi di Palmerah Berhasil Diungkap
URC Polres Polman Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Motor Berhasil Diamankan
Lintas Provinsi! Tim URC Polres Majene Berhasil Amankan Barang Bukti Motor NMAX
Jejak Pengabdian di Sulbar, Kapolresta Mamuju Hadiahkan Keris Raja Mamuju Penuh Sejarah kepada Irjen Adi Deriyan
Polisi Tahan Tersangka Kasus Anak Dibawa Pergi di Mateng, Korban Mendapat Pendampingan Psikologis
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Seminggu Kabur! Resmob Polresta Mamuju Hentikan Pelarian Residivis Curanmor di Donggala Sulteng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Polresta Mamuju Ungkap 5 TKP Curanmor Tangkap 3 Pelaku, Sita 6 Motor dan 1 Mobil

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Polisi Bongkar 30 Lapak Narkoba di Kampung Ambon Jakbar, Diduga Disewakan untuk Konsumsi Sabu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Respons Cepat Polisi, Kasus Penemuan Bayi di Palmerah Berhasil Diungkap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:44 WIB

URC Polres Polman Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Motor Berhasil Diamankan

Berita Terbaru