Dari Gereja Santa Maria, Kapolda Sulbar Titip Doa: “Kami Mohon Dukungan untuk Melayani Masyarakat”

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Ada yang berbeda di penghujung ibadah di Gereja Katolik Santa Maria, Minggu (18/10/2026). Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto bersama jajaran membawa suasana hangat dan pesan kuat tentang persaudaraan.

Di tengah jemaat, Kapolda memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Sulawesi Barat. Dengan nada rendah hati, ia menyampaikan harapan agar kehadiran Polri dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat yang bersama-sama menjaga kedamaian di Bumi Malaqbi.

Didampingi Wakapolda Sulbar, Karo SDM, Dirintel, dan Kapolresta Mamuju, Irjen Pol Totok Suharyanto memanfaatkan momentum Minggu Kasih untuk membangun komunikasi langsung dengan pastor dan jemaat.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut menjadi ruang sederhana, namun sarat makna. Kepolisian hadir bukan hanya untuk berbicara tentang keamanan, tetapi juga untuk mendengar, menyapa, dan membangun kepercayaan bersama masyarakat.

Baca Juga :  Hari Ke-4 Ops Keselamatan Agung 2025 Polres Bangli, Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas

“Kami adalah orang baru di Sulbar. Tugas yang diemban tidaklah ringan. Oleh karena itu, kami mohon dukungan, doa, dan bantuan dari seluruh masyarakat Sulbar, agar kami dapat menjalankan tugas secara optimal dan maksimal demi kesejahteraan bersama,” tutur Kapolda.

Kalimat itu disampaikan tanpa jarak. Sebuah permohonan yang menggambarkan bahwa menjaga keamanan bukan pekerjaan satu institusi semata. Ada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen bangsa yang memiliki peran yang sama dalam menciptakan situasi aman dan damai.

Sambutan hangat pun datang dari pastor dan jemaat. Kehadiran Kapolda diterima dalam suasana penuh kekeluargaan. Ada pesan yang sama-sama ingin dirawat: perbedaan bukan alasan untuk menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.

Suasana semakin cair ketika Kapolda menyempatkan diri menghampiri anak-anak yang berada di tengah jemaat. Ia menyapa, mengusap kepala, dan berbincang ringan dengan mereka.

Baca Juga :  Kunjungi Kapolda Jateng , Danjen Kopassus : Tetap Jaga Sinergitas TNI-Polri

Momen sederhana itu justru menjadi salah satu gambaran paling kuat dari kunjungan tersebut.

Di tengah tugas kepolisian yang penuh tanggung jawab, Kapolda menunjukkan bahwa kedekatan dengan masyarakat dapat dimulai dari hal-hal kecil: sebuah sapaan, senyuman, perhatian, dan kesediaan untuk hadir.

Pesan itu pula yang ingin dibangun melalui program Minggu Kasih. Kepolisian membuka ruang agar masyarakat tidak hanya melihat polisi dari balik seragam dan tugas penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengar berbagai harapan dan persoalan warga.

Sebab, keamanan tidak lahir hanya dari patroli dan penindakan. Keamanan juga tumbuh dari komunikasi, kepercayaan, kepedulian, dan rasa saling menghormati.

Dalam konteks Sulawesi Barat yang hidup dalam keberagaman, ruang-ruang perjumpaan seperti ini menjadi penting. Gereja, masjid, rumah ibadah, komunitas masyarakat, hingga ruang-ruang publik dapat menjadi tempat untuk memperkuat pesan bahwa setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan.

Baca Juga :  Kapolsek Dentim Temui Tokoh Agama Muslim, Bahas Toleransi dan Keamanan Jelang Hari Raya

Dari Gereja Santa Maria, Minggu Kasih Kapolda Sulbar meninggalkan pesan sederhana namun mendalam: Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen untuk hadir, mendengar, melindungi, dan berjalan bersama seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Karena pada akhirnya, kedamaian di Bumi Malaqbi tidak hanya dijaga oleh aparat keamanan. Ia tumbuh dari hati masyarakat yang saling percaya, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga persaudaraan.

Dari sebuah perjumpaan di hari Minggu, pesan itu kembali ditegaskan: ketika polisi dan masyarakat saling mendengar, keamanan menjadi milik bersama dan persaudaraan menjadi kekuatan untuk menjaga Sulawesi Barat tetap damai.

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sholat Dzuhur di Masjid Raya Suada, Kapolda Sulbar Titip Doa untuk Amanah Tugas
Jangan Gadaikan Masa Depan demi Keinginan Sesaat! Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol
Dari Masjid, Polisi Mendengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling
Kapolda Sulbar Hidupkan Gerakan Subuh Keliling, Hadir Mendengar Suara Hati Masyarakat hingga ke Akar Permasalahan
Kapolda Sulbar Bersama PJU Perkuat Fisik Lewat Tes Kesamaptaan di Stadion Manakarra
Sigap Tangani Kecelakaan Truk Pengangkut Minyak Kita, Ditlantas Polda Sulbar Imbau Pengemudi Utamakan Keselamatan
Doa Bersama dan Istigasah Jadi Ikhtiar Polda Sulbar untuk Keselamatan Masyarakat dan Alam Sulawesi Barat
Polresta Mamuju Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Residivis hingga Anak di Bawah Umur Diamankan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Sholat Dzuhur di Masjid Raya Suada, Kapolda Sulbar Titip Doa untuk Amanah Tugas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Dari Gereja Santa Maria, Kapolda Sulbar Titip Doa: “Kami Mohon Dukungan untuk Melayani Masyarakat”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jangan Gadaikan Masa Depan demi Keinginan Sesaat! Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Dari Masjid, Polisi Mendengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Kapolda Sulbar Hidupkan Gerakan Subuh Keliling, Hadir Mendengar Suara Hati Masyarakat hingga ke Akar Permasalahan

Berita Terbaru