JAKARTA, LENSAPOLRI – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya mental yang kuat bagi seluruh personel yang akan bertugas dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada para personel yang akan terlibat langsung dalam pengaturan lalu lintas di berbagai titik strategis selama periode mudik.
Ia meminta seluruh anggota memiliki ketangguhan mental serta dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas demi keselamatan masyarakat di jalan raya. Menurutnya, tugas pengamanan arus mudik tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan yang dinamis dan penuh tantangan.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, para personel yang tergabung dalam Tim Urai telah melalui berbagai proses latihan dan pembinaan bersama para senior. Pembekalan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan profesional serta sigap dalam mengambil keputusan di lapangan.
Momentum Operasi Ketupat, kata dia, menjadi kesempatan penting bagi para anggota untuk menunjukkan profesionalitas serta kemampuan yang telah dipersiapkan selama ini. Baik yang bertugas di pos pengamanan maupun yang terjun langsung mengatur arus kendaraan di jalan, seluruh personel diharapkan mampu bekerja optimal.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat sangat dipengaruhi oleh peran jajaran lalu lintas, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Sinergi dan koordinasi antarpetugas menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.
Lonjakan volume kendaraan selama masa mudik dan arus balik diprediksi cukup tinggi, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan penuh dari seluruh petugas. Karena itu, personel diminta selalu siap siaga tanpa mengenal waktu, baik pagi, siang, sore, maupun malam, demi memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Di akhir arahannya, Kakorlantas mengingatkan seluruh personel agar menjaga citra serta kehormatan Korps Lalu Lintas Polri dengan mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap anggota harus menampilkan sikap simpatik, menghindari pelanggaran yang tidak perlu, serta menjaga pola sikap, pola pikir, dan cara berkomunikasi di lapangan, sehingga kehadiran Polantas benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. *
(rwn)






