JAKARTA, LENSA POLRI – Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis yang menjadi salah satu agenda diplomasi luar negeri penting Indonesia pada tahun 2026. Kunjungan tersebut menandai penguatan hubungan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, investasi, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (30/5/2026), sekitar pukul 10.19 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat tinggi negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir menyambut Presiden antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta sejumlah pejabat lainnya. Setelah turun dari pesawat, Presiden Prabowo tampak berbincang singkat dengan para pejabat yang menyambut kedatangannya sebelum melanjutkan agenda pemerintahan di Jakarta.
Kunjungan kenegaraan ke Prancis menjadi salah satu langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi diplomatik di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani serangkaian agenda resmi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Agenda dimulai dengan upacara penyambutan kenegaraan di kompleks Les Invalides sebelum dilanjutkan pertemuan bilateral di Istana Élysée. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Macron membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Indonesia dan Prancis selama ini diketahui memiliki hubungan bilateral yang terus berkembang, khususnya pada sektor pertahanan, perdagangan, investasi, pendidikan, energi, dan teknologi. Pertemuan kedua pemimpin negara diharapkan semakin memperkuat kemitraan yang telah terjalin serta membuka peluang kerja sama baru yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Selain agenda bilateral, Presiden Prabowo juga menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Jamuan tersebut menjadi bagian dari diplomasi tingkat tinggi yang mempererat hubungan antara Jakarta dan Paris.
Di sela-sela kunjungan kenegaraannya, Presiden Prabowo turut melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia dan diaspora di Paris. Kehadiran Presiden di tengah warga negara Indonesia di luar negeri mendapat sambutan hangat sekaligus menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat Indonesia di berbagai negara.
Kunjungan ke Prancis dinilai memiliki arti penting bagi Indonesia dalam memperluas kerja sama dengan negara-negara Eropa. Di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global, pemerintah terus mendorong diplomasi aktif guna membuka peluang investasi, memperkuat kerja sama industri strategis, serta meningkatkan daya saing nasional.
Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase yang semakin produktif. Sejumlah kolaborasi yang telah berjalan diharapkan mampu mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, penguatan kapasitas industri, serta pengembangan sumber daya manusia yang lebih kompetitif.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis juga mempertegas komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional. Melalui diplomasi yang konstruktif, Indonesia terus membangun kemitraan dengan berbagai negara sahabat untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Dalam penerbangan kembali menuju Jakarta, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kepulangan Presiden menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron, tetapi juga mempertegas langkah Indonesia memperluas kerja sama strategis dan pengaruh diplomatiknya di tengah dinamika global yang semakin kompleks.






