Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, LENSA POLRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat bersama Universitas Respati Indonesia (Urindo) mematangkan Nota Kesepakatan (MoU) kolaborasi strategis dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Senin (23/2/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kolektif memperkuat kesejahteraan warga dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media ini diharapkan bersifat aplikatif serta berdampak langsung terhadap kemandirian warga.

“Kerja sama ini bukan hanya seremonial, tetapi harus mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan meningkatkan daya saing ekonomi warga,” ujar Iin.

Sebagai langkah awal, Kecamatan Tambora ditetapkan sebagai lokus pemberdayaan masyarakat. Wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan terpadat di Jakarta Barat itu akan menjadi fokus intervensi lintas sektor untuk mengangkat taraf hidup warga.

Program yang dirancang mencakup penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan terintegrasi, termasuk pengembangan sektor konveksi. Pemkot akan mendorong pemberdayaan pengrajin konveksi agar lebih kompetitif, adaptif terhadap pasar, serta mandiri secara ekonomi.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk menyiapkan masyarakat dalam menyongsong status Jakarta sebagai pusat bisnis dan kota global, sehingga warga memiliki kapasitas dan daya saing yang memadai.

Iin menyebutkan, terdapat dua bidang prioritas yang akan segera dieksekusi dalam kerja sama tersebut, yakni kesehatan dan produksi pertanian perkotaan (urban farming).
Bidang kesehatan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

Sementara urban farming diharapkan dapat menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus peluang ekonomi baru bagi warga di kawasan padat penduduk.

“Pertanian perkotaan bukan hanya soal menanam, tetapi membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Rektor Universitas Respati Indonesia, Cicilia Windiyaningsih, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan,” ungkap Cicilia.

Ia menjelaskan, kerja sama direncanakan mencakup enam bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, produksi pertanian perkotaan, ekonomi dan pemberdayaan UMKM, sosial budaya, serta lingkungan hidup.

Dari sisi administratif, pembahasan detail mengenai MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dilanjutkan secara intensif, baik melalui rapat daring maupun luring. Draf final kerja sama nantinya akan diajukan ke Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Pemprov DKI Jakarta untuk mendapatkan legalitas formal.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, jajaran rektorat Urindo, Camat Tambora Pangestu Aji, serta para kepala Suku Dinas dan unit perangkat daerah terkait.

Dengan sinergi ini, Pemkot Jakarta Barat dan Urindo berharap dapat menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh kolaborasi strategis dalam mendukung visi besar Jakarta sebagai kota global.

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot
Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda
Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Jelang Ramadan Rutan Cipinang Gelar Sidak Bersama TNI-POLRI
Kasat Reskrim Polres Simeulue Pimpin Rakor Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan
Berantas Kendali Narkoba dari Balik Jeruji, 241 Napi “High Risk” Jakarta Dikirim ke Nusakambangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:00 WIB

Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:37 WIB

Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda

Senin, 16 Februari 2026 - 21:16 WIB

Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:55 WIB

Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan

Berita Terbaru