Polres Bogor Bersama Dit Narkoba Polda Jabar Berhasil Ungkap Pabrik Rumahan Tembakau Sintenis 1 Ton, Lima Juta Jiwa Terselamatkan

- Redaksi

Kamis, 6 Februari 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

POLRES BOGOR – Di era global yang semakin kompleks, perang melawan narkoba merupakan harga mati yang tidak dapat dikompromikan oleh negara manapun, termasuk Indonesia. Perdagangan, peredaran, dan penyalahgunaan narkoba telah berkembang menjadi masalah global yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan—mulai dari kesehatan, keamanan, sosial, hingga ekonomi. Rabu (5/2/2025)

Perkembangan zaman yang pesat membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun penegakan hukum terus dilakukan secara giat, kemajuan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah telah menimbulkan tantangan baru dalam pemberantasan narkoba. Perubahan ini memengaruhi pola produksi, distribusi, dan penyalahgunaan narkoba secara signifikan. Dalam menghadapi situasi ini, Presiden Republik Indonesia menempatkan masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sebagai perhatian utama, sejalan dengan asa tujuh bapak presiden yang pernah disampaikan oleh Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yaitu “Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.”

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini semakin ditekankan dalam prioritas keempat program pemerintah, yakni pencegahan dan pemberantasan narkoba, di mana pemerintah bertekad menutup semua celah yang memungkinkan terjadinya penyelundupan narkoba. Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, pun mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk terus berperang melawan peredaran narkoba dengan penanganan yang tuntas dari hulu hingga hilir. Pemberantasan harus dilakukan secara komprehensif, baik dari sisi supply maupun sisi demand.

Baca Juga :  Polsek Kuta Utara Patroli Beri Kenyamanan Wisatawan dan Cegah Kriminalitas Di Jalan Berawa

Pada hari Senin, 3 Februari 2025, sekitar pukul 23.30 WIB, Sat Narkoba Polres Bogor Bersama Polda Jawa Barat berhasil mengungkap sebuah clandestine laboratory yang beroperasi di sebuah perumahan Sentul di wilayah Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Laboratorium rahasia tersebut, yang merupakan pengungkapan terbesar di wilayah Polda Jawa Barat, diduga memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis yang siap edar. Selain itu, petugas juga menemukan biang atau bibit cairan sintetis (MDMB Inaca) yang telah dikemas dalam botol parfum.

Dalam penggerebekan tersebut, dua tersangka berhasil diamankan di lokasi. Tersangka pertama, berinisial HP (34 tahun), diduga berperan dalam produksi narkotika jenis tembakau sintetis, sedangkan tersangka kedua, berinisial AA (23 tahun), juga terlibat dalam kegiatan produksi tersebut.

Barang bukti yang berhasil disita sangat mencolok, terdiri dari sebanyak 50 dus yang masing-masing berisi 20 bungkus tembakau murni, dengan total berat mencapai 1.000 kilogram—semua tembakau tersebut telah dituangkan di atas terpal dan dicampur dengan bahan-bahan prekursor sehingga menghasilkan 1 ton narkotika sintetis siap edar. Selain itu, ditemukan pula 125 botol spray berukuran 50 ml berisi cairan MDMB Inaca, 20 jerigen yang memuat 282 liter cairan MDMB Inaca, 479,6 gram serbuk MDMB Inaca, dan dua alat semprot berukuran 6 liter yang berisi cairan MDMB Inaca.

Baca Juga :  Anggota Komisi III DPR RI Sampaikan Apresiasi Untuk Polresta Denpasar

Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan menyamarkan lokasi produksi narkotika di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Motif ekonomi dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kegiatan ilegal tersebut. Berkat tindakan tegas aparat kepolisian, dari seluruh barang bukti yang disita, tercatat bahwa aparat berhasil menyelamatkan sekitar 5 juta jiwa, dengan nilai barang bukti mencapai Rp350 miliar.

Dari jaringan yang tertangkap, dua orang lainnya dengan inisial B dan E telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), di mana keduanya diduga berperan sebagai pengendali dalam produksi narkotika jenis tembakau sintetis. Saat ini, pengejaran terhadap mereka masih terus dilakukan oleh pihak berwajib.

Para tersangka yang berhasil diamankan akan dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, antara lain Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1). Ancaman hukum yang dihadapi meliputi pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta pidana denda mulai dari Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Cirebon Kota Menangkan Sidang Pra peradilan atas Perkara Tindak Pidana Persetubuhan dan atau Kekerasan Seksual

Seluruh tindakan pencegahan hingga penegakan hukum dalam kasus ini merupakan bagian dari upaya preventive strike sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Bapak Kapolri menegaskan kepada seluruh jajaran bahwa tindakan tegas harus terus dilakukan terhadap segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Apabila ditemukan oknum yang terlibat dalam mendukung kegiatan ilegal ini, maka mereka akan diproses secara hukum (peradilan pidana) dan kode etik kedinasan tanpa terkecuali.

Pihak kepolisian juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan apresiasi yang diberikan terhadap kinerja aparat dalam pemberantasan narkoba. Dukungan masyarakat merupakan pendorong semangat bagi petugas untuk terus melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Masyarakat pun diimbau agar tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing kepada pihak berwajib, karena setiap laporan akan diproses secara tegas dan tuntas.

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Metro Depok Hadiri Doa Bersama untuk Keselamatan Yudistiro Pranoto, Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda
CCTV Bongkar Aksi Pencurian Kopra di Mamuju Tengah, Tim URC Ringkus Pelajar 17 Tahun
Wakapolres Mateng Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Arsal, Perkuat Silaturahmi Polri dan Warga
Wakapolres Metro Depok Turun Langsung, SPPG Tajurhalang Diperiksa Menyeluruh
Terpengaruh Miras dan Bawa Samurai, Pria 30 Tahun Diamankan URC Polres Polman
Kedepankan Kemanusiaan, Polisi Mediasi Kasus Pencurian Kotak Amal di Mamuju
Derbi Persija-Persib, Polres Metro Depok Fokus Cegah Konvoi dan Kerumunan
Unit URC Polresta Mamuju Bersama Resmob Polresta Mamuju Bekuk Terduga Pencuri Kotak Amal Masjid Darul Falah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:10 WIB

Kapolres Metro Depok Hadiri Doa Bersama untuk Keselamatan Yudistiro Pranoto, Jurnalis dan Awak Kapal di Selat Sunda

Senin, 14 September 2026 - 20:39 WIB

CCTV Bongkar Aksi Pencurian Kopra di Mamuju Tengah, Tim URC Ringkus Pelajar 17 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Wakapolres Mateng Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Arsal, Perkuat Silaturahmi Polri dan Warga

Senin, 14 September 2026 - 16:08 WIB

Wakapolres Metro Depok Turun Langsung, SPPG Tajurhalang Diperiksa Menyeluruh

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Terpengaruh Miras dan Bawa Samurai, Pria 30 Tahun Diamankan URC Polres Polman

Berita Terbaru