Aksi Unjuk Rasa di Kathmandu Ricuh, Rumah Pejabat Dibakar, Istri Mantan PM Nepal Tewas

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstran terlihat memegang alat pemadam kebakaran saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal,(dok.istimewa)

Demonstran terlihat memegang alat pemadam kebakaran saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal,(dok.istimewa)

Kathmandu, Lensapolri.com Aksi unjuk rasa menuntut pencabutan blokir media sosial dan pemberantasan korupsi berakhir ricuh. Massa bahkan membakar rumah pejabat, kantor kepresidenan, hingga melakukan penjarahan di Kathmandu dan wilayah lain pada Rabu (10/9/2025).

Angkatan Darat Nepal melaporkan, sebanyak 27 orang ditangkap antara pukul 22.00 malam waktu setempat, Selasa (10/9/2025), hingga pukul 10.00 pagi hari berikutnya. Mereka diduga terlibat penjarahan, pembakaran, dan aksi anarkis lain di berbagai daerah, termasuk Kathmandu.

 

 

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasukan keamanan juga mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api selama kerusuhan. Di wilayah Gausala–Chabahil–Bouddha, Kathmandu, aparat menyita uang tunai hasil jarahan sebesar NPR 3,37 juta (sekitar Rp 393 juta) dari para tersangka. Selain itu, total 31 pucuk senjata api berbagai jenis disita di Kathmandu dan Pokhara.

Akibat kerusuhan tersebut, 24 anggota kepolisian Nepal dan tiga warga sipil mengalami luka-luka. Seluruh korban kini menjalani perawatan di rumah sakit militer. Pihak militer juga menyerukan agar masyarakat segera mengembalikan senjata, amunisi, maupun perlengkapan keamanan yang dijarah, serta melaporkan bila menemukan penyalahgunaan senjata.

Kerusuhan turut menelan korban jiwa dari kalangan keluarga pejabat. Istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhalanath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar, tewas akibat luka bakar parah setelah rumahnya di Kathmandu dibakar massa, Rabu (10/9) dini hari. Menurut sumber keluarga yang dikutip Times of India, Chitrakar sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kirtipur Burn dalam kondisi kritis, namun nyawanya tak tertolong.

 

Situasi di Kathmandu kini dijaga ketat oleh tentara. Pada Kamis (11/9/2025), patroli militer terlihat di sejumlah jalan utama, lengkap dengan pos pemeriksaan kendaraan. “Hari ini tenang, tapi tentara ada di jalanan,” ujar seorang prajurit Nepal yang enggan disebutkan namanya, dikutip AFP.

Panglima Angkatan Darat Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, mendesak agar perundingan dijadikan jalan keluar. “Untuk memberikan resolusi damai kepada bangsa, kami mengimbau semua pihak yang terlibat protes untuk menghentikan aksinya dan memilih jalur dialog,” ujarnya.

Kerusuhan ini juga memicu krisis politik di Nepal. Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah, mulai muncul sebagai figur calon pemimpin baru. Berusia 35 tahun, Shah sebelumnya dikenal sebagai rapper dengan gaya khas serba hitam dan kacamata gelap.

Setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri, banyak dukungan di media sosial menginginkan Shah menjadi kepala pemerintahan baru. “Kau harus menjadi PM baru kami,” tulis seorang pengguna X, Rewant Adhikari, seperti dikutip Reuters.



Dukungan terhadap Shah tak hanya datang dari generasi muda, tetapi juga dari kalangan elite. Mantan hakim Mahkamah Agung sekaligus ahli konstitusi Nepal, Balakaram KC, menyebut Shah layak menjadi representasi generasi muda dalam perundingan dengan Presiden Ram Chandra Poudel untuk menentukan arah politik Nepal ke depan.

(Arif)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan
Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang
Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis
Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot
Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda
Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Berita ini 29 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:44 WIB

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:00 WIB

Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:37 WIB

Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda

Berita Terbaru