JAKARTA, LENSA POLRI – Proyek galian kabel bawah tanah di Jalan Raya Kamal, Tegal Alur, Jakarta Barat, terus dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat. Keberadaan proyek ini membuat kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, Sabtu (21/2/2026).
Kondisi arus lalu lintas kian semrawut menjelang sore. Selain bertepatan dengan jam pulang kerja, kepadatan juga dipicu oleh banyaknya masyarakat yang melakukan aktivitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang dan Pengguna Jalan mengeluh
Dampak dari proyek ini tidak hanya dirasakan oleh pengendara, tetapi juga para pemilik usaha di bahu jalan. Yanto (47), salah seorang pemilik toko di area terdampak, mengaku mengalami penurunan pendapatan secara drastis sejak proyek dimulai.
“Semenjak ada galian tanah di depan toko, banyak pelanggan yang tidak jadi mampir karena macet parah tepat di depan toko saya tanah galian juga brantakan, Akses masuk pun jadi sulit,” keluh Yanto saat ditemui di lokasi, Sabtu sore 21/02/26.
Ceceran Tanah yang Membahayakan pejalan kaki dan pengendara motor, tumpukan material dan tanah sisa galian yang berserakan di badan jalan menambah keruwetan lalu lintas. Selain mempersempit ruang jalan, tanah tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat cuaca tidak menentu yang dapat membuat jalanan menjadi licin.
Warga dan pengguna jalan mendesak pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan pembersihan sisa material secara rutin agar tidak mengganggu kenyamanan publik.
Desakan
Masyarakat Tegal Alur berharap instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksana proyek galian di Jalan Raya Kamal.
“Kami meminta pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas dan menegur pelaksana proyek. Jangan sampai pengerjaan ini berlarut-larut tanpa memperhatikan dampak sosial dan ekonomi bagi warga sekitar,” pungkas warga setempat.






