MAMUJU TENGAH – Memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Kapolres Mamuju Tengah menggelar kegiatan silaturahmi bersama Komunitas Grand Max Mateng (GMT). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu penting menjadi perhatian, mulai dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, tindak kekerasan terhadap anak, hingga potensi penipuan dalam transaksi jual beli lahan atau tanah.
Kapolres Mamuju Tengah mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus berdampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk mencegah peredaran narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran orang tua, keluarga, dan lingkungan dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi serta melakukan pengawasan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya kepedulian masyarakat dalam mencegah tindak kekerasan terhadap anak, baik secara fisik, psikis, maupun seksual.
Masyarakat diimbau untuk tidak menutup mata terhadap dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Setiap indikasi tindak kekerasan terhadap anak perlu mendapatkan perhatian serius dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan keberanian untuk melapor, kepedulian terhadap korban, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara aman.
Persoalan lain yang turut menjadi pembahasan adalah potensi penipuan dalam transaksi jual beli lahan atau tanah. Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru melakukan transaksi tanpa memastikan keabsahan dokumen dan status kepemilikan tanah.
Calon pembeli maupun penjual diharapkan melakukan pengecekan dokumen secara cermat, memastikan status lahan melalui instansi berwenang, serta memahami legalitas objek transaksi sebelum menyepakati jual beli.
Langkah tersebut penting untuk menghindari kerugian finansial, praktik penipuan, maupun sengketa tanah yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Komunitas GMT diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat luas.
Sinergi antara kepolisian dan komunitas masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mencegah tindak kriminalitas, melindungi kelompok rentan, serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Mamuju Tengah tetap aman, tertib, serta terhindar dari berbagai gangguan kamtibmas.







