Donggala – Sulteng.
AIRA Kelahiran Dampal, II Desember 2008, salah satu Korban Pemerkosaan oleh Ayah Kandungnya sendiri berinisial IF ( 40 ) ( panggilan Gito ) anak pasangan dari ( IF dan RN) yang dikaruniai 4 anak ( Aira anak pertama ), terjadi pada saat pasca Bencana gempa Bumi dan tsunami Donggala, 28 September 2018 Silam, di dusun lll Desa Dampal Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala Propinsi Sulawasi tengah. Aira menceritakan kronologisnya, pada pasca Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Donggala Tahun 2018 silam, Pada saat itu saya masih umur 10 tahun, kami tinggal ditempat pengungsian tenda bersama Ayah ,Ibu,saya dan adik adik saya. Pada malam itu, ibu dan adik adik saya pergi belanja, sepeninggalan Ibu dan adi adik pergi belanja, yang tinggal hanya saya dan bapak berdua, tiba tiba ada pemikiran tidak baik Ayah saya, lalu saya ditarik tangan dan gerak cepat saya dibanting lalu dibekap mulut saya , hingga saya tidak bergerak dan tidak berteriak, otomatis sy tdk bisa berbuat apa apa karna masih kecil. dan saya takut karena ayah saya bawa golok panjang, lalu saya diperkosa, setelah itu ayah ancam saya, dan dia berkata: jangan ciba coba lapor sama siapa siapa, nanti saya bunuh kamu ! ujar Aira menirukan ucapan ayahnya. demikian dikatakan Aira gadis lugu dan cantik yang kini duduk dibangku SMPN 1 Sirenja Donggala, Kepada wartawan ditemui dirumah kepala dusun lll Desa Dampal Rabu 3 mei 2023.
Lanjut Aira, perbuatan keji itu dilakukan hampir setiap ada waktu luang ditenda biru itu saya menjadi santapan ayah kandung saya, itupun setiap ibu dan adik adik saya keluar belanja, itu berjalan selama tiga ( 3 tahun) sy digauli oleh ayah kandung saya tempat pengungsian tenda biru, Ungkap Aira dengan tatapan sedih dan trauma.
Hingga kejadian berulang kali sampai sebelum bulan puasa tahun 2023,tutur anak malang yang sudah duduk di SMPN 1 sirenja kelas 7.
Dikatakan Aira Dirumah kediamanya, setiap ada peluang sipelaku Ayah saya melakukan perkosaan selalu bawa golok panjang yang diselipkan dipingangnya, sehingga saya sangat takut dan takut dibunuh terang Aira.Itupun setiap ibu keluar malam atau sudah tidur nyenyak, dia masuk kekamar dan melakukan perbuatan keji. sehingga sudah lama dipendam penderitaan saya ini, yang dilakukan bapak kandung terhadap saya.
Karena itu saya nekat dan saya mendatangi tante saya Nuri ( nama panggilan ),sehari kemudian saya bersama tante saya melapor di PolSek sirenja, lalu aparat kepolisian membawa saya dan tante saya untuk pemeriksaan Visum di rumah sakit Umum Tambu Balaesang Kabupaten Donggala ujar Aira.saya berharap agar Ayah kandung yang bejat itu segera di tangkap dan di hukum seberat beratnya harap Aira yang Selalu di hantui rasa ketakutan.
Dihari yang sama Kapolsek sirenja ketika dihubungi lewat ponsel HP, yang sedang cuti dikampung halamanya Kendari Sultra, IPDA Zulkifli, SH. mengatakan, Memang ada laporan terjadi perkosaan oleh Ayah Kandungnya , namun pada saat hasil visumnya agak terlambat, sehingga kami masih menunggu hasil visum si korban dari Rumah Sakit Umum Tambu Balaesang Kabupaten Donggala pada saat itu.
Kami dengan tegas akan tangkap pelaku nya, dengan gerak cepat terang Kapolsek Sirenja IPDA Zulkipli, SH.
Hal senada juga di katakan Kades Dampal Irwan H. Nazar dengan tegas ” Tangkap ” dan proses secara hukum yang berlaku di Negara kita indonesia, Karena ini adalah perbuatan keji dan aib kampung Desa kita ,,( Dampal ) , lalu kami juga sudah lapor kejadian ayah kandung menggauli anak Kandung yang masih belia berumur ( 10 ), jadi cepat lambat harus di tangkap tegas Kades Dampal Irwan H. Nazar.
Sementara kepala Dusun III Desa Dampal Nursyam , untuk sementara mengamankan si korban di rumah kadus, guna antisipasi bila terjadi hal hal yang tidak di inginkan , sambil menunggu kedatangan petugas dari Perlingdungan Anak dari Provinsi Sulawesi Tengah kata Nursyam.






