Polresta Tangerang Gerak Cepat Amankan 23 Debt Collector Usai Aksinya Viral

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Lensapolri.com – Kepolisian Resor (Polresta) Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait aksi kelompok debt collector atau yang dikenal dengan sebutan mata elang (matel). Tim Sigap Resmob Polresta Tangerang bersama Unit Reskrim Polsek Cikupa mengamankan 23 orang yang diduga terlibat aksi pencegatan pengendara motor di Jalan Raya Serang, setelah videonya viral pada Kamis (11/9/2025).

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan pihaknya konsisten menindak segala bentuk aksi premanisme, persekusi, maupun kekerasan yang berkedok penagihan hutang.

“Pada dasarnya, kami konsisten menindak semua bentuk kekerasan baik perorangan maupun kelompok. Termasuk tindakan premanisme dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum debt collector,” ujar Indra Waspada kepada Lensapolri.com usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al – Amjad Tigaraksa.

Menurutnya, setelah video pencegatan beredar luas di media sosial, pihaknya langsung memerintahkan pendalaman dan berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Seluruhnya kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tidak Ada Hak Eksekusi Sepihak

Indra Waspada menegaskan, debt collector tidak dibenarkan melakukan pencegatan apalagi perampasan kendaraan di jalanan. Ia menekankan, proses penarikan kendaraan harus mengikuti mekanisme hukum sebagaimana diatur dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019 dan Putusan MK Nomor 71/PUU-XIX/2021.


Dalam putusan tersebut ditegaskan bahwa wanprestasi tidak boleh ditentukan sepihak oleh kreditur. Objek jaminan fidusia juga tidak dapat langsung dieksekusi tanpa kesepakatan antara kreditur dan debitur.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 


“Jika tidak ada kesepakatan, pelaksanaan eksekusi hanya dapat dilakukan melalui putusan pengadilan. Debt collector tidak bisa seenaknya menarik kendaraan di jalan,” tegasnya.

Selain itu, Indra Waspada menekankan bahwa penagihan hanya boleh dilakukan oleh pegawai resmi perusahaan pembiayaan atau pihak alih daya yang memiliki izin, surat tugas, dan sertifikat profesi penagihan.

Intimidasi Bisa Masuk Ranah Pidana

Kapolresta juga mengingatkan, segala bentuk intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oknum penagih hutang bisa dipidana.

“Jika penarikan dilakukan paksa tanpa prosedur yang benar, itu bisa dikategorikan tindak pidana, mulai dari perbuatan tidak menyenangkan hingga pencurian dengan kekerasan,” jelas Indra.

Ia mengimbau para debitur untuk menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan kewajibannya, namun menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menjadi korban pemaksaan di jalan.

Polisi Siap Bertindak Tegas

Polresta Tangerang memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap siapapun yang mengaku debt collector namun melakukan tindakan di luar prosedur.



“Kami minta oknum-oknum yang mengaku debt collector untuk menghentikan aksinya. Kalau masih nekat, kami tidak akan segan menindak,” pungkas Indra Waspada.

Langkah cepat Polresta Tangerang ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi peringatan keras bagi oknum debt collector agar menaati aturan hukum yang berlaku.


(Rdw)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Haru Korban Begal Ucap Terima kasih, Polisi Tambora Hadir Beri Rasa Aman dan Temukan Motor Korban
Anak Tiri Diduga Habisi Nyawa Ibu di Binong, Pelaku Positif Narkoba
Dua Pengedar Obat Keras Ilegal Grebek di Tangerang, Ratusan Pil Disita Polisi
Respons Cepat Layanan 110, Polisi Amankan Pelaku Penjual Obat Terlarang Berkedok Toko Ikan Hias
Aksi Tawuran Viral Terungkap, 3 Remaja Diamankan Polsek Metro Tamansari, Satu Positif Narkoba
Cek Kesiapan Personel, Wakapolres Jakbar Pimpin Apel dan Berikan Arahan Anggota Polsek Jajaran
AKBP Awaludin: Perempuan Jadi Joki, Modus Baru Curanmor!
Polsek Kalideres Selidiki Dugaan Pelecehan Siswi SMP, Kasus Berakhir Damai
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 20:34 WIB

Kisah Haru Korban Begal Ucap Terima kasih, Polisi Tambora Hadir Beri Rasa Aman dan Temukan Motor Korban

Senin, 20 April 2026 - 16:05 WIB

Anak Tiri Diduga Habisi Nyawa Ibu di Binong, Pelaku Positif Narkoba

Jumat, 17 April 2026 - 19:38 WIB

Dua Pengedar Obat Keras Ilegal Grebek di Tangerang, Ratusan Pil Disita Polisi

Jumat, 17 April 2026 - 11:29 WIB

Respons Cepat Layanan 110, Polisi Amankan Pelaku Penjual Obat Terlarang Berkedok Toko Ikan Hias

Rabu, 15 April 2026 - 15:36 WIB

Aksi Tawuran Viral Terungkap, 3 Remaja Diamankan Polsek Metro Tamansari, Satu Positif Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

Pengumuman Stop Pres

Kamis, 23 Apr 2026 - 11:59 WIB

Berita Polres

Anak Tiri Diduga Habisi Nyawa Ibu di Binong, Pelaku Positif Narkoba

Senin, 20 Apr 2026 - 16:05 WIB