Mantan Narapidana Lapas Tebing Tinggi Kecewa, Berita Pungli dan Lodes di Media Online dan Media Sosial Adalah Hoaks

- Redaksi

Rabu, 19 Februari 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebing Tinggi
Sejumlah mantan narapidana yang baru saja bebas dari Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi angkat bicara soal tuduhan adanya  pungutan liar (pungli) dan praktek penipuan (lodes) yang beredar di sebuah media online dan media sosial.

Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang menyesatkan dan mencoreng nama baik institusi pemasyarakatan.

Kabar yang ada sebuah akun Facebook menyebutkan adanya pungli yang masih marak di dalam lapas, itu sangat melukai hati kami dan saudara saudara kami yang menjalani pembinaan di dalam.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Tebing Tinggi, Rudi Budiman Purba, membantah keras tuduhan yang beredar.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa setiap informasi yang mencuat akan langsung ditindaklanjuti dengan razia dan pemeriksaan internal.

“Setiap kali ada informasi semacam ini, kami langsung bergerak melakukan razia di blok hunian. Hasilnya nihil. Ini hanya isu lama yang terus diangkat untuk membentuk opini negatif di masyarakat,” tegas Rudi pada Senin (17/2/2025).

Para eks narapidana yang telah menjalani masa hukuman di Lapas Tebing Tinggi juga mengonfirmasi bahwa selama berada di dalam, mereka tidak pernah mengalami pungli sebagaimana yang dituduhkan.

“Kami heran, kenapa masih ada orang yang menyebarkan berita bohong? Saya sudah menjalani hukuman di sini, dan saya tahu sendiri bagaimana kondisi sebenarnya. Lodes dan pungli tidak benar ada di Lapas Tebing, tolong jumpakan sama kami siapa yang fitnah itu,” ujar salah satu mantan warga binaan.

Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi terus memperkuat pengawasan untuk memastikan kebijakan bebas pungli berjalan sesuai arahan Menteri Menimipas Agus Adrianto.

Dengan mengacu pada 13 Program Akselerasi, lapas ini berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan praktik ilegal lainnya.

Saat ini, pihak lapas sedang menelusuri asal-muasal penyebaran berita hoaks tersebut.

Koordinasi dengan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara akan dilakukan untuk menindak tegas penyebar informasi palsu yang merugikan citra pemasyarakatan.(red)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan
Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang
Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis
Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot
Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda
Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:44 WIB

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:00 WIB

Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:37 WIB

Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda

Berita Terbaru