Tidak Terima Anaknya Dianiaya, Ortu Korban Polisikan Oknum ASN DLH Lahat

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LAHAT—— Entah setan apa yang merasuki pikiran seorang Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, berinisial JA sehingga, menganiaya seorang warga desa Muara Siban kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Peristiwa penganiayaan tersebut, terjadi pada Kamis (16/01/2025) sekira pukul 21.00 WIB di tempat kejadian perkara (TKP) desa Perumnas Selawi kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat penganiayaan ini, korban bernama Denna Al Akzan (23) warga Desa Muara Siban kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, mengalami luka-luka yakni, lecet dipergelangan tangan kanan, disiku tangan kanan/kiri, didada mengalami lebam, dan punggung kiri lebam.

Kronologis kejadian, berawal korban Denna Al Akzan bersama teman-teman mendatangi rumah temannya bernama Tizar warga Perumnas Selawi kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, guna untuk menanyakan pertanggungjawaban Tizar atas hilangnya motor korban yang dipakai Tizar anak terduga Pelaku Penganiayaan.

Diceritakan orang tua dari Denna Al Akzan, dirinya mendapat telp dari anaknya bahwa dianiayaan oleh seorang Oknum ASN DLH yang berinisial JA. Mendapat Telp dari anaknya, Indiansyah langsung mendatang lokasi rumah JA didesa Selawi kecamatan Kabupaten Lahat.

“Nah, setiba dilokasi sudah rame dan saya langsung mencari anak saya bernama Denna Al Akzan. Dilokasi saya melihat anak sedang kumpul depan rumah Tizar, dan diamankan oleh tetangga sebelah rumah Tizar yang kebetulan teman semasa korban menduduki bangku SMA,” ujar Indiansyah, pada Jum’at (17/01/2025).

Ditambahkan, Ortu Denna Al Akzan, usai dari penganiayaan dirinya sempat mempertanyakan kepada orang tua Tizar “kenapa kau mukuli anak saya” tanya Indiansyah ini penganiayaan bisa saya laporkan ke Polisi. Namun, dijawab oleh istri dari terduga pelaku, secara langtang laporkan silakan laporkan Polisi kami tidak takut,” tantang istri atau orang tua Tizar.

Sementara, saksi Sopian dan Brian selaku teman Denna Al Akzan mengaku, awalnya kami menemu Tizar mau mempertanyakan terkait hilangnya satu unit motor Honda Scupi. Saat itu hendak menjemput Tizar lari dari Lahat menuju Palembang dengan dalih ribut dengan keluarga.

“Namun, atas hilangnya motor kami sudah sepakat ganti rugi berdua. Jadi kesepakatan kami akan ganti rugi saat di Lahat. Nah, setiba di Lahat kami mendatangi rumah Tizar, lalu, mempertanyakan hal terkait ganti rugi. Akan tetapi, tiba-tiba keluar orang Tizar dari mobil dengan memakai seragam ASN Dinas DLH, dan langsung spontan menendang dan memukuli korban Denna Al Akzan,” ujar Brian.

Hal senada disampaikan Sopian, akibat kericuhan tersebut, dirinya sempat membantu dan mencoba melerai dari keributan yang ada. Namun, kami tidak bisa, dan akhirnya korban Denna Al Akzan berhasil diselamatkan dirumah tetangga sebelah.

“Benar, saya melihat korban diduga dianiayaya oleh orang tua Tizar,” ucapnya.

Terakhir, ditegaskan Indiansyah, kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Lahat dengan Nomor LP/B/16/1/2025/ SPKT/ Polres Lahat, Polda Sumsel.

Terpisah, Kapolres Lahat AKBP God Parlasro S.Sinaga SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Ridho SH, MH, disampaikan Kanit Pidum IPDA Denny Aprianto SH mengaku, belum menerima LP tersebut.

“Senin besok kami akan tanyakan persoalan tersebut, keanggota,” ujarnya singkat. (DIN / IND)

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan
Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang
Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis
Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot
Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda
Meski Sudah Ditetapkan, Seleksi FKDM DKI Dinilai Tertutup
Gratifikasi dan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU 34.151.19, Pengawas: Tidak Ada Nominal yang Ditetapkan
SPBU 34.151.19 Tangerang Disorot, Pembelian Pertalite Tak Wajar Diduga Disertai Gratifikasi
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:44 WIB

Proyek Bangli di Sepatan Timur Jadi Sorotan, Ketegasan Lurah Dipertanyakan

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Kebakaran Hanguskan 9 Lapak Barang Bekas dan Tiga Mobil di Jalan Prancis Tangerang

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

Dari Konveksi hingga Urban Farming, Pemkot Jakbar dan Urindo Matangkan Kerja Sama Strategis

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:00 WIB

Gegara Proyek Galian di Tegal Alur, Kemacetan Parah dan Omset Pedagang Merosot

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:37 WIB

Banyak Makan Korban, Pemkot Tangerang Dinilai Cuek terhadap Jalan Rusak di Kecamatan Benda

Berita Terbaru