MAMUJU – Wakapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Hari Santoso, mewakili Kapolda Sulbar secara resmi membuka kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Selasa (8/9/2026).
Audit kinerja kali ini mencakup aspek pelaksanaan dan pengendalian, termasuk Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program dan kegiatan di lingkungan Polda Sulbar berjalan sesuai aturan, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Wakapolda Sulbar menegaskan bahwa audit kinerja bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan instrumen pengawasan internal yang memiliki nilai strategis untuk mendorong peningkatan kualitas organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaksanaan audit kinerja oleh Itwasum Polri adalah bagian dari mekanisme pengawasan internal yang berperan strategis untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas Polri berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar Brigjen Pol Hari Santoso.
Ia berharap melalui pelaksanaan audit ini, kinerja Polda Sulbar dan seluruh jajaran semakin meningkat, sekaligus mengoptimalkan pencapaian tugas pokok kepolisian, khususnya dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap aspek pelaksanaan dan pengendalian. Melalui audit tersebut, setiap satuan kerja dapat memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan serta ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal.
Pada kesempatan itu, Wakapolda Sulbar juga menyampaikan empat pesan penting kepada seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Sulbar. Pertama, mendukung penuh pelaksanaan audit dengan menyajikan data dan informasi yang akurat, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, menjadikan audit sebagai sarana introspeksi dan perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
Ketiga, seluruh temuan dan rekomendasi hasil audit harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan tuntas demi terwujudnya tata kelola organisasi yang semakin baik. Keempat, memperkuat fungsi pengendalian internal agar potensi penyimpangan dapat diminimalisir dan kinerja organisasi terus meningkat.
Wakapolda optimistis, sinergi yang baik antara auditor dan auditi akan memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan Polri yang Presisi di wilayah Sulawesi Barat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan mendalam oleh Ketua Tim Audit Itwasum Polri, Brigjen Pol Eko Trisnanto. Taklimat awal ini turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulbar, tim Itwasum Polri, para Kapolres jajaran, serta perwakilan seluruh satuan kerja yang terlibat dalam audit.






