Lebih dari 1.700 Karton Sarung Tangan Asal Gunung Kidul Tembus Pasar Amerika Serikat

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Kidul, Lensapolri.com – PT Woneel Midas Leather kembali berhasil menembus pasar internasional. Perusahaan yang berlokasi di Semin, Kabupaten Gunung Kidul ini mengekspor 1.794 karton produk sarung tangan (gloves) ke Los Angeles, Amerika Serikat, dengan nilai ekspor mencapai USD543.612 atau setara Rp8,85 miliar 20-08-2025.

Ekspor berlangsung pada 04–08 Agustus 2025 dengan total 1.794 karton sarung tangan. Produk dikirim melalui dua jalur, yakni jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, serta jalur udara melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam proses pengiriman, Bea Cukai Yogyakarta turut berperan penting dengan memberikan layanan asistensi dan pengawasan. Dukungan tersebut mencakup pemenuhan regulasi, kelengkapan dokumen ekspor, hingga pengawasan pemuatan barang ke sarana pengangkut sebelum diberangkatkan ke pelabuhan muat.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Yogyakarta, Riri Riani, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kegiatan ekspor.

Baca Juga :  Dua Anggota Koramil 04/Pecangaan Ikut Kerja Bakti Bangun Rumah, Bentuk Kepedulian

“Sebagai trade facilitator dan industrial assistance, kami berupaya memberikan layanan terbaik agar perusahaan dapat melaksanakan ekspor sesuai aturan yang berlaku. Kehadiran kami tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memastikan kemudahan layanan bagi dunia usaha,” ujarnya.

PT Woneel Midas Leather merupakan salah satu perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di bawah pengawasan Bea Cukai Yogyakarta. Berdiri sejak 2018, perusahaan ini fokus memproduksi sarung tangan dan menjadi satu-satunya perusahaan kawasan berikat di Kabupaten Gunung Kidul.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Tangerang Beri Pelatihan Pramuka Bagi Warga Binaan

Sebagai penerima fasilitas, perusahaan memperoleh sejumlah keuntungan, di antaranya penangguhan bea masuk, pembebasan PPN dan/atau PPNBM, serta efisiensi waktu pengiriman karena tidak perlu dilakukan pemeriksaan fisik di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) pelabuhan atau bandara.

Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat terus meningkatkan devisa negara serta membuka peluang lebih luas bagi produk asal Gunung Kidul untuk bersaing di pasar global.

Follow WhatsApp Channel lensapolri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan
Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan
Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
Panitia Isra Mi’raj 1447/2026, PWI Bekasi Raya: Terima Kasih McDonald’s dan Kopi Bro serta Donatur Atas Dukungannya
Warga Keluhkan Jalan Atang Sanjaya Tangerang Kerap Banjir dan Jalan Rusak
Tanpa Bebani APBD, Perbaikan Proyek Pelindung Tebing Bengawan Solo Dipastikan Optimal
Kantor Hukum Dennis Wibowo, S.H., M.H., C.Med. & Partners Resmian Kantor ke 3, Perluas Layanan Hukum Bagi Masyarakat
Pedagang Pasar Mingguan Sisakan Sampah Berserakan di Jalan Kali Baru Timur Kapuk Buat Geram Warga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:11 WIB

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap Usai Kejar-kejaran Dini Hari, Polisi Sita Kunci T dan Pistol Mainan

Senin, 2 Februari 2026 - 20:17 WIB

Seorang Pria di Kalideres Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:51 WIB

Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:57 WIB

Panitia Isra Mi’raj 1447/2026, PWI Bekasi Raya: Terima Kasih McDonald’s dan Kopi Bro serta Donatur Atas Dukungannya

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:12 WIB

Warga Keluhkan Jalan Atang Sanjaya Tangerang Kerap Banjir dan Jalan Rusak

Berita Terbaru