Jakarta Barat – Pemandangan berbeda terlihat di Masjid Jami Al Istiqomah Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat (31/7/2026). Di hadapan ratusan jamaah yang memadati saf Salat Jumat, sosok yang berdiri di atas mimbar bukan hanya seorang pemimpin kepolisian, tetapi juga penyampai pesan-pesan keagamaan.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H., dipercaya menjadi khotib Salat Jumat. Kehadirannya di atas mimbar menjadi simbol bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak berhenti pada penegakan hukum semata, tetapi juga ikut menguatkan nilai-nilai moral, spiritual, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Ulama dan Umara dalam Mewujudkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran”, Kombes Pol Nasriadi mengajak seluruh jamaah untuk mempererat kolaborasi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan penuh keberkahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas institusi kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika ulama memberikan tuntunan, pemerintah menjalankan amanah, aparat menjaga ketertiban, dan masyarakat saling peduli, maka akan lahir lingkungan yang harmonis dan jauh dari berbagai bentuk kemungkaran.
Dalam khutbahnya, Kapolres menegaskan bahwa nilai-nilai Islam sangat selaras dengan semangat pengabdian Polri. Amar ma’ruf nahi munkar bukan sekadar nasihat, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan yang jujur, perlindungan kepada masyarakat, penegakan hukum yang adil, dan kepedulian terhadap sesama.
“Setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, apabila diniatkan karena Allah SWT, akan bernilai ibadah. Begitu pula dalam menjalankan tugas, melayani masyarakat, menjaga keamanan, saling membantu sesama, hingga menjaga persaudaraan, semuanya merupakan bentuk pengabdian yang bernilai amal saleh,” ujar Kombes Pol Nasriadi.
Pesan tersebut disambut dengan penuh kekhusyukan oleh para jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar dan personel Polres Metro Jakarta Barat. Khutbah berlangsung dalam suasana tenang dan penuh makna, meninggalkan pesan bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan akhlak, keimanan, dan kepedulian sosial.
Momentum ini menjadi potret nyata transformasi Polri yang semakin humanis. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga hadir sebagai sahabat masyarakat yang mengajak kepada kebaikan, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat persatuan.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Polres Metro Jakarta Barat dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan religius dan humanis. Sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, serta mewujudkan kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.







